Tafsir Surat ‘Abasa (Bagian ke-2)

Narasi

Surah ini memiliki sekat-sekat yang kuat, hakikat-hakikat yang besar, sentuhan-sentuhan yang men­dalam, serta unik lukisan-lukisan, bayangan-bayang­an, dan isyarat isyaratnya. Juga memberikan kesan kejiwaan dan musikal yang sama.

 Segmen pertama memecahkan suatu peristiwa tertentu yang terjadi dalam sirah (perjalanan hidup) Rasulullah saw. Yaitu, ketika beliau sedang sibuk mengurusi segolongan pembesar Quraisy yang beliau seru kepada Islam, maka beliau didatangi Ibnu Ummi Maktum, seorang laki-laki tunanetra yang miskin. Karena tidak mengetahui Rasulullah saw. sedang sibuk mengurusi kaum Quraisy itu, maka ia tetap meminta kepada beliau agar mengajarkan kepadanya apa yang telah diajarkan Allah kepada beliau. Sehingga, Rasulullah saw. merasa tidak se­nang atas kedatangan Ibnu Ummi Maktum, lalu beliau bermuka masam dan berpaling darinya.

Continue reading

Taujih 7 Ust.Abdul Azis Abdul Rouf : Melakukan Amal Shalih Sebanyak-Banyaknya

“Mereka itu tidak sama. Di antara ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud. Mereka beriman kepada Allah dan hari akhir, mereka menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan. Mereka termasuk orang-orang yang shalih.” (QS Ali ‘Imran [3]: 113-114)

Berinteraksi dengan Al-Qur’an sesungguhnya merupakan dampak dari sekian banyak amal shalih yang telah kita lakukan. Antara Al-Qur’an dan amal shalih saling menimbulkan motivasi antara satu dengan yang lain. Hari-hari yang diisi tilawah satu atau dua juz tentu beda dengan yang tidak diisi dengan tilawah sama sekali. Perbedaan akan tampak dalam semangat shalat wajib dan sunnah, atau ketenangan dalam mengatasi berbagai permasalahan kehidupan.
Jika sepakat dengan cara berpikir tersebut, maka dapat dipastikan bahwa orang-orang yang memiliki kemampuan berinteraksi dengan Al-Qur’an akan memiliki kebiasaan beramal shalih, misalnya:
Continue reading

Taujih 6 Ust. Abdul Azis Abdul Rouf : Mendambakan Al-Qur’an Sebagai Kenikmatan Seperti Kita Mendambakan Harta

“Tidak boleh iri kecuali dalam dua kenikmatan: seseorang yang diberi Al-Qur’an oleh Allah kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, dan orang yang diberi harta oleh Allah lalu ia membelanjakannya di jalan Allah sepanjang malam dan siang.” (Muttafaqun ‘alaih)

Melihat orang yang hartanya berlimpah tentu membuat kitapun mendambakannya. Hal itu lumrah dan fitrah sekaligus fitnah bagi manusia. Tetapi percayalah bahwa keimanan yang baik tidak saja menjadikan manusia memimpikan kepemilikan dunia tetapi juga memimpikan dan menginginkan akhirat. Dengan iman, ketika melihat orang lain yang memiliki kelebihan dalam urusan akhiratnya – misalnya sangat baik interaksinya dengan Al-Qur’an, hafalannya banyak, rajin beribadah, serta banyak kontribusinya dalam dakwah – maka kita pun sangat mendambakannya.
Itulah ghibthah, menginginkan kenikmatan orang lain tanpa membenci dan mengharapkan hilangnya nikmat dari orang tersebut.

Berikut ini beberapa perasaan yang harus menjadi pertanyaan dan perhatian kita:
Continue reading

Kuliah Bisnis Rendy Saputra : Membahagiakan Karyawan

Pagi ini Saya dihubungi oleh sahabat lama. Sudah lama kami tidak berkomunikasi, lalu kemudian dia mengetahui jika Saya banyak menulis tentang manajemen bisnis. Lalu dia pun langsung curhat,

“Gak mudah jalanin bisnis ya Rend, terutama mimpin anak-anak muda. Karyawan terbaik ku barusan ada yang mengundurkan diri. Padahal gajinya sudah aku naikkan. Anehnya, dia pindah ke perusahaan lain dengan gaji lebih rendah. Aneh ya Rend”
Continue reading

Taujih 5- Ust.Abdul Azis Abdul Ro’uf,Lc : Siap Bekerja Keras dan Berlama-lama Dalam Berinteraksi dengan Al-Qur’an

 “Hudzaifah Ibnul Yaman menjelaskan pengalamannya dalam bermujahadah bersamaRasulullah. ‘Pada suatu malam aku shalat bersama Rasulullah mulai dengan membacasurah Al-Baqarah. Hatiku berkata, ‘beliau akanruku’ pada ayat ke-100′. Namun kemudian beliau melanjutkannya. Hatiku berkata lagi ‘barangkali beliau akan menghabiskan satu surah kemudian ruku’. Ternyata beliau melanjutkannya dengan menghabiskan surahAn-Nisa. Begitulah perasaanku selalu berkata. Ternyata beliau melanjutkannya dengan surahAli ‘Imran. Tiga surah di atas (yang hampir sama dengan 5,5 juz) dibacanya dengan tartil. Jika membaca ayat yang terdapat perintah tasbih beliau bertasbih. Jika membaca ayat yang memerintahkan untuk berdoa beliau berdoa. Begitu juga jika ayatnya memerintahkan untuk meminta perlindungan, Rasulullah berdoa meminta perlindungan. Kemudian belia ruku’, dan ternyata panjang ruku’nya hampir sama dengan lama berdirinya. Begitu juga saat i’tidal dan sujud.” (HR. Muslim)

Bagaimana perasaan kita pada saat membaca hadits ini? Apakah terobesesi untuk mencobanya walaupun sekali seumur hidup? Atau kita menganggap hadits ini sekedar sekilas info saja dan kita pesimistis untuk bisa melakukannya? Padahal Allah telah memberikan kita berbagai macam daya dukung lahir dan batin. Al-Qur’andan As-Sunnahlah yang dapat menjadikan kita mampu melaksanakannya.
Nilai tarbiyah yang terkandung di dalam kisah tersebut:
Continue reading

Taujih #04-Ust. Abdul Azis Abdul Rouf,Lc : Menjawab dengan Segera Waswas (Bisikan) Syaitan Saat Berinteraksi dengan Al-Qur’an

Apabila kamu membaca Al Qur’an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. (QS. An-Nahl [16]:98)

Dari kesimpulan penafsiran Imam Ibnul Qayyim terhadap ayat di atas, dinyatakan bahwa tak ada pekerjaan manusia yang akan mendapat gangguan syaitan yang lebih besar dan dahsyat daripada kegiatan bersama Al-Qur’an. Godaan itu antara lain:
Continue reading

Kuliah Bisnis Rendy Saputra : Enforce The Systems

Ada yang menarik dari infografis dibawah ini. Ternyata sistem dan prosedur hanya berdampak 5% terhadap baik turunnya sebuah bisnis. Sementara di posisi pertama, kepemimpinan dan manajemen ternyata memiliki dampak sebesar 38% pada tumbuh kembangnya organisasi. Lalu disusul dengan manusia yang memiliki dampak 34%.
bigges impact in bussines

Semoga paparan berikut ini, dapat membantu Anda para pebisnis, baik yang sudah mapan atau pun yang sedang mencari jalan.
Continue reading

Taujih #03 – Ust. Abdul Azis Abdul Rouf, Lc : Belajar dari Mukmin yang Tinggi Semangat Berjihadnya

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (QS. At-Taubah [9]:111)

Umumnya ayat tersebut sering dibahas berkaitan dengan motivasi berjihad di jalan Allah. Namun pada tulisan ini kami ingin mengajak kita semua untuk memahaminya dari sisi yang lain, yaitu yang menggambarkan keyakinan yang sedalam-dalamnya dalam diri orang -orang yang beriman terhadap nikmat dan keindahan surga. Keyakinan itulah yang memotivasi siapapun untuk bersusah payah dalam berjihad demi keyakinannya terhadap surga yang telah dijanjikan Allah Swt.

Beberapa mujahid yang keyakinannya terhadap surga begitu tinggi antara lain:
Continue reading

Taujih 2 : Sudahkah Anda Memiliki Iman yang Cukup untuk Berinteraksi dengan Al-Qur’an?

Apapun bentuk interaksi kita dengan Al-Qur’anmembutuhkan modal utama berupa iman yang kuat kepada Allah Swt. Sebaliknya, kedekatan kita dengan Al-Qur’an merupakan indikator keimanan yang baik.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah bergetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal. (QS Al-Anfal [8]:2)

Untuk merintis peningkatan keimanan, ada beberapa langkah yang dapat ditempuh sebagai berikut.
Continue reading

Menjadi Asertif, sebuah Langkah Membangun Kerja Tim yang Efektif

Tepat sepekan yang lalu, Saya mengisi sebuah training di PT Denso Indonesia. Training ini menghadirkan modul Kubik Kreasi Sisilain yang bertajuk Communication for Leader. Kali ini Saya ingin berbagi sedikit tentang sebagian kecil dari modul tersebut. Semoga bermanfaat bagi para Ziders semuanya.

***** Didalam organisasi bisnis, kendala utama yang menjadi tantangan adalah eksekusi. Penelitian Mbah Norton sang pakar bisnis, hampir 85% kegagalan pencapaian bisnis terjadi karena organisasi tersebut gagal untuk melakukan eksekusi. Ide dan gagasan sih mantep, tetapi mandul ketika turun ke tataran eksekusi. Mengapa eksekusi ini sering gagal atau tidak sesuai harapan? Alasannya bermacam-macam. Bisa jadi karena para manajer tidak mampu membahasakan ide strategis menuju rencana aksi yang terukur. Bisa jadi kapasitas tim yang memang tidak sanggup untuk melakukan eksekusi. Dan bisa jadi pola komunikasi yang menjadi penyebabnya. Kali ini Saya ingin membahas satu sebab dari gagalnya sebuah eksekusi : yaitu bagaimana sikap Anda saat berkomunikasi. Karena sikap dalam komunikasi inilah yang terkadang menjadi penyebab utama gagalnya eksekusi.
Continue reading