Tafsir Surat ‘Abasa (Bagian ke-2)

Narasi

Surah ini memiliki sekat-sekat yang kuat, hakikat-hakikat yang besar, sentuhan-sentuhan yang men­dalam, serta unik lukisan-lukisan, bayangan-bayang­an, dan isyarat isyaratnya. Juga memberikan kesan kejiwaan dan musikal yang sama.

 Segmen pertama memecahkan suatu peristiwa tertentu yang terjadi dalam sirah (perjalanan hidup) Rasulullah saw. Yaitu, ketika beliau sedang sibuk mengurusi segolongan pembesar Quraisy yang beliau seru kepada Islam, maka beliau didatangi Ibnu Ummi Maktum, seorang laki-laki tunanetra yang miskin. Karena tidak mengetahui Rasulullah saw. sedang sibuk mengurusi kaum Quraisy itu, maka ia tetap meminta kepada beliau agar mengajarkan kepadanya apa yang telah diajarkan Allah kepada beliau. Sehingga, Rasulullah saw. merasa tidak se­nang atas kedatangan Ibnu Ummi Maktum, lalu beliau bermuka masam dan berpaling darinya.

Continue reading

Sumber Propaganda Jahat

Musuh-musuh Islam dengan semangat yang membara berupaya merancang berbagai tuduhan terhadap Islam, mencari-cari kekurangan , merekayasa berbagai kebohongan, menyebarkan berbagai rumor dan propaganda jahat yang menggambarkan permusuhan sengit .

Para dai saat ini dapat merasakan dan menyaksikan betapa keras dan dahsyatnya permusuhan mereka terhadap dakwah, dan ini adalah suatu kenyataan,  institusi sebuah penegak hukum yang super body dan superior mencoba mengacak-acak institusi dakwah, begitu juga  media elektronik dan surat kabar memutarbalikkan fakta, menuliskan dan menyiarkan sesuai syahwat mereka juga diiyakan dan disebarkan oleh orang-orang awam dan orang-orang jahil.
Continue reading

Sumber Propaganda Jahat

media berbicara sesuai kepentingan mereka2Musuh-musuh Islam dengan semangat yang membara berupaya merancang berbagai tuduhan terhadap Islam, mencari-cari kekurangan , merekayasa berbagai kebohongan, menyebarkan berbagai rumor dan propaganda jahat yang menggambarkan permusuhan sengit .

Para dai saat ini dapat merasakan dan menyaksikan betapa keras dan dahsyatnya permusuhan mereka terhadap dakwah, dan ini adalah suatu kenyataan,  institusi sebuah penegak hukum yang super body dan superior mencoba mengacak-acak institusi dakwah, begitu juga  media elektronik dan surat kabar memutarbalikkan fakta, menuliskan dan menyiarkan sesuai syahwat mereka juga diiyakan dan disebarkan oleh orang-orang awam dan orang-orang jahil.

Mereka-mereka yang melakukan propaganda jahat dapat diklasifikasikan menjadi beberapa golongan :

1.       Musuh dan pemilik kepentingan

2.    Kader-kader terlatih yang dipersiapkan untuk menyerang dakwah dengan cara memutar balikkan kebenaran di tengah    masyarakat.

3.       Para pengacau dan Pengikut hawa nafsu

4.       Kaum elit (Al-Mala’)

5.       Kaum awam dam orang-orang jahil

Kita kupas satu persatu, siapakah mereka itu,
Continue reading

Segmented and Targeted

Beberapa waktu yang lalu, Saya mengisi kuliah online di salah satu grup whatsapp komunitas pebisnis. Ada yang menarik. Saya meminta peserta yang bertanya untuk mendefinisikan target pembelinya.

Value : penyediaan kambing aqiqah
Customer : semua kaum muslimin

Di titik ini ada dua hal yang Saya soroti.

Yang pertama tentang value. Kekuatan value tidak terlalu tajam. Karena bisa saja orang lain juga menyediakan kambing aqiqah. Harusnya ada added value yang lebih tajam. Misalnya : “kami cepat”, “kami enak”, atau “pemotongan hewannya kami buatkan videonya dan kami kirim ke klien”.
Continue reading

Sirah Nabawiyah 02

Kekuasaan dan Imarah di Kalangan Bangsa Arab

Selagi kita hendak membicarakan masalah kekuasaan di kalangan Bangsa Arab sebelum Islam, berarti kita harus membuat miniatur sejarah pemerintahan, imarah (keemiratan), agama dan kepercayaan di kalangan Bangsa Arab, agar lebih mudah bagi kita untuk memahami kondisi yang tengah bergejolak saat kemunculan Islam.

Para penguasa jazirah tatkala terbitnya matahari Islam, bisa dibagi menjadi dua kelompok:

Raja-raja yang mempunyai mahkota, tetapi pada hakikatnya mereka tidak memiliki independensi dan berdiri sendiri

Para pemimpin dan pemuka kabilah atau suku, yang memiliki kekuasaan dan hak-hak istimewa seperti kekuasaan para raja. Mayoritas di antara mereka memiliki independensi. Bahkan boleh jadi sebagian diantara mereka mempunyai subordinasi layaknya seorang raja yang mengenakan mahkota.

Raja-raja yang memiliki mahkota adalah raja-raja Yaman, raja-raja kawasan Syam, Ghassan dan Hirah. Sedangkan penguasa-penguasa lainnya di jazirah Arab tidak memiliki mahkota.
Continue reading

Sirah Nabawiyah ( 03 )

AGAMA BANGSA ARAB

Mayoritas Bangsa Arab masih mengikuti dakwah Nabi Ismail ‘alaihissalam dan menganut agama yang dibawanya. Beliau meneruskan dakwah ayahnya, Ibrahim ‘alaihissalam, yaitu menyembah Allah dan mentauhidkanNya. Untuk beberapa lama mereka akhirnya mulai lupa banyak hal tentang apa yang pernah diajarkan kepada mereka. Sekalipun begitu, tauhid dan beberapa syiar agama Ibrahim masih tersisa pada mereka, hingga munculnya Amru bin Luhai, pemimpin Bani Khuza’ah. Dia tumbuh sebagai orang yang dikenal suka berbuat kebajikan, bershadaqah dan respek terhadap urusan-urusan agama, sehingga semua orang mencintainya dan hampir-hampir mereka menganggapnya sebagai salah seorang ulama besar dan wali yang disegani. Kemudian dia mengadakan perjalanan ke Syam. Disana dia melihat penduduk Syam yang menyembah berhala dan menganggap hal itu sebagai sesuatu yang baik serta benar. Sebab menurutnya, Syam adalah tempat para rasul dan kitab. Maka dia pulang sambil membawa Hubal dan meletakkannya di dalam ka’bah. Setelah itu dia mengajak penduduk Mekkah untuk menjadikan sekutu bagi Allah. Orang-orang Hijaz pun banyak yang mengiktui penduduk Mekkah karena mereka dianggap sebagai pengawas Ka’bah dan penduduk tanah suci.
Continue reading

Tafsir Surat ‘Abasa (Bagian ke-12)

 

Semua lautan pada waktu itu ada di langit, dan semua unsur yang belum menyatu pada waktu itu merupakan gas di udara. Setelah air itu berada di udara luar, maka jatuhlah ia ke bumi, tetapi belum dapat mencapai bumi. Karena suhu di dekat bumi lebih tinggi daripada apa yang ada pada jarak beribu-­ribu mil. Sudah tentu kemudian datang waktu di mana angin menyampaikannya ke bumi untuk terbang kembali dalam bentuk uap. Ketika lautan berada di udara, maka luapan-luapan air yang terjadi bersama dengan meningkatnya pendinginan itu berada di atas perhitungan, dan masih terjadi keributan-keributan (keberantakan).”

Continue reading

Tafsir Surat ‘Abasa (Bagian ke-11)

Ayat-ayat berikutnya beralih kepada sentuhan lain dalam segmen yang baru. Di depan disampaikan sentuhan tentang kejadian manusia, maka mengapa mereka tidak memperhatikan kepada makanannya dan makanan ternaknya dalam perjalanan hidupnya di dunia ini? Padahal, semua ini adalah salah satu dari sekian hal yang dimudahkan untuknya oleh Sang Maha Pencipta.

‘Hendaklah manusia memperhatikan makanannya. (‘Abasa: 24).
Continue reading

Sirah Nabawiyah 01

Posisi Bangsa Arab dan Kaumnya

Pada hakikatnya istilah Sirah Nabawiyah merupakan ungkapan tentang risalah yang dibawa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam kepada manusia, untuk mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya, dari ‘ibadah kepada hamba menuju ‘ibadah kepada Allah. Dan tidak mungkin bisa menghadirkan gambarannya yang amat menawan secara pas dan mengena kecuali setelah melakukan perbandingan antara latar belakang risalah ini (risalah Nabawiyyah) dan pengaruhnya. Berangkat dari sinilah kami merasa perlu mengemukakan fasal yang berbicara tentang kaum-kaum ‘Arab dan perkembangannya sebelum Islam, serta tentang kondisi-kondisi saat Nabi Muhammad diutus.

Continue reading

Tafsir Surat ‘Abasa (Bagian ke-10)

Keparatnya Orang Kafir dan Penentang Dakwah Islamiyah

Hakikat teguran Allah kepada Rasulullah

  1. Bukan sekedar arahan ;
  • Bagaimana berinteraksi dengan seseorang anak manusia?
  • Bagaimana berinteraksi dengan sebagian golongan manusia?
  1. Namun ia sebagai arahan
  • Bagaimana manuisa dapat seimbang dalam berbagai perkara hidup?
  • Dari mana mereka menyandarkan nilai-nilai yang memberikan keseimbangan?

 Tujuan teguran =>   Mengokohkan nilai-nilai dan keseimbangan dari hukum wamawi   saja:

  • Jauh dari campur tangan kehidupan duniawi
  • Jauh dari gambaran kehidupan duniawi

  Continue reading

Tafsir Surat ‘Abasa (Bagian ke-9)

Bilal bin Rabah diminta oleh saudaranya sesama muslim Abu Ruwaihah al-Khats’ami untuk menjadi mediator dalam perkawinannya dengan orang Yaman, lalu Bilal berkata kepada mereka, “Aku adalah Bilal bin Rabah, dan ini saudaraku Abu Ruwaihah. Ia seorang lelaki yang jelek akhlak dan agamanya. Jika Anda man mengawinkan dia, silakan mengawin­kannya; dan jika hendak meninggalkannya, silakan tinggalkan.”

Bilal tidak memanipulasi dan menutup-nutupi kekurangan saudaranya itu. Ia tidak menyebut diri­nya sebagai mediator dan tidak melupakan bahwa dirinya akan ditanya di hadapan Allah tentang apa yang dikatakannya. Maka, mereka merasa tenteram dengan kejujurannya itu, dan mereka kawinkan saudara Bilal ini. Mereka merasa tersanjung, padahal mereka dari kalangan bangsawan Arab, karena Bilal yang mantan budak ini menjadi mediatornya. yang sedikit jumlahnya, penuh kepastian, dan agung ini.

Continue reading