Tafsir Surat ‘Abasa (Bagian ke-2)

Narasi

Surah ini memiliki sekat-sekat yang kuat, hakikat-hakikat yang besar, sentuhan-sentuhan yang men­dalam, serta unik lukisan-lukisan, bayangan-bayang­an, dan isyarat isyaratnya. Juga memberikan kesan kejiwaan dan musikal yang sama.

 Segmen pertama memecahkan suatu peristiwa tertentu yang terjadi dalam sirah (perjalanan hidup) Rasulullah saw. Yaitu, ketika beliau sedang sibuk mengurusi segolongan pembesar Quraisy yang beliau seru kepada Islam, maka beliau didatangi Ibnu Ummi Maktum, seorang laki-laki tunanetra yang miskin. Karena tidak mengetahui Rasulullah saw. sedang sibuk mengurusi kaum Quraisy itu, maka ia tetap meminta kepada beliau agar mengajarkan kepadanya apa yang telah diajarkan Allah kepada beliau. Sehingga, Rasulullah saw. merasa tidak se­nang atas kedatangan Ibnu Ummi Maktum, lalu beliau bermuka masam dan berpaling darinya.

Continue reading

Sirah Nabawiyah (06)

MILAD DAN EMPAT PULUH TAHUN SEBELUM KENABIAN

Milad Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam 

Sayyidul Mursalin, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam di lahirkan di tengah kabilah besar, Bani Hasyim di Mekkah pada pagi hari Senin, tanggal 9 Rabi’ul Awwal, tahun pertama tragedi pasukan gajah atau empat puluh tahun dari berlalunya kekuasaan kisra Anusyirwan. Juga bertepatan dengan tanggal 20 atau 22 April tahun 571 M sesuai dengan analisis seorang ‘Alim Besar, Muhammad Sulaiman al-Manshur Furi dan Astrolog (Ahli Ilmu Falak), Mahmud Basya.

Continue reading

Urgensi Memahami Sirah Nabawiyah

Salah satu keharusan sebagai manusia adalah mempelajari sejarah, baik yang terkait dengan pribadi seseorang, kelompok suatu masyarakat maupun bangsa dan peradaban manusia itu sendiri. Mempelajari sejarah ini punya arti penting bagi kita, karena dengan demikian kita tidak hanya menjadi tahu tentang perjalanan hidup manusia, tapi juga dapat mengambil ibroh atau pelajaran dari orang lain atau generasi terdahulu sehingga yang baik kita tiru dan yang buruk kita jauhi. Disamping itu, orang yang memiliki kesadaran sejarah akan memperoleh pengaruh yang positif dalam menyikapi kenikmatan atau keberhasilan dan kesengsaraan atau penderitaan. Orang yang memiliki kesadaran sejarah tidak akan merasa paling baik, paling benar, apalagi sebagai satu-satunya orang yang benar, karena dia tahu bahwa dahulu juga ada orang yang lebih baik atau lebih benar dari dirinya, sedang kalau mengalami hal-hal yang merugikan atau yang tidak menyenangkan tidak akan merasa sebagai orang yang paling menderita.

Continue reading

Sumber Propaganda Jahat

Musuh-musuh Islam dengan semangat yang membara berupaya merancang berbagai tuduhan terhadap Islam, mencari-cari kekurangan , merekayasa berbagai kebohongan, menyebarkan berbagai rumor dan propaganda jahat yang menggambarkan permusuhan sengit .

Para dai saat ini dapat merasakan dan menyaksikan betapa keras dan dahsyatnya permusuhan mereka terhadap dakwah, dan ini adalah suatu kenyataan,  institusi sebuah penegak hukum yang super body dan superior mencoba mengacak-acak institusi dakwah, begitu juga  media elektronik dan surat kabar memutarbalikkan fakta, menuliskan dan menyiarkan sesuai syahwat mereka juga diiyakan dan disebarkan oleh orang-orang awam dan orang-orang jahil.
Continue reading

Sumber Propaganda Jahat

media berbicara sesuai kepentingan mereka2Musuh-musuh Islam dengan semangat yang membara berupaya merancang berbagai tuduhan terhadap Islam, mencari-cari kekurangan , merekayasa berbagai kebohongan, menyebarkan berbagai rumor dan propaganda jahat yang menggambarkan permusuhan sengit .

Para dai saat ini dapat merasakan dan menyaksikan betapa keras dan dahsyatnya permusuhan mereka terhadap dakwah, dan ini adalah suatu kenyataan,  institusi sebuah penegak hukum yang super body dan superior mencoba mengacak-acak institusi dakwah, begitu juga  media elektronik dan surat kabar memutarbalikkan fakta, menuliskan dan menyiarkan sesuai syahwat mereka juga diiyakan dan disebarkan oleh orang-orang awam dan orang-orang jahil.

Mereka-mereka yang melakukan propaganda jahat dapat diklasifikasikan menjadi beberapa golongan :

1.       Musuh dan pemilik kepentingan

2.    Kader-kader terlatih yang dipersiapkan untuk menyerang dakwah dengan cara memutar balikkan kebenaran di tengah    masyarakat.

3.       Para pengacau dan Pengikut hawa nafsu

4.       Kaum elit (Al-Mala’)

5.       Kaum awam dam orang-orang jahil

Kita kupas satu persatu, siapakah mereka itu,
Continue reading

Segmented and Targeted

Beberapa waktu yang lalu, Saya mengisi kuliah online di salah satu grup whatsapp komunitas pebisnis. Ada yang menarik. Saya meminta peserta yang bertanya untuk mendefinisikan target pembelinya.

Value : penyediaan kambing aqiqah
Customer : semua kaum muslimin

Di titik ini ada dua hal yang Saya soroti.

Yang pertama tentang value. Kekuatan value tidak terlalu tajam. Karena bisa saja orang lain juga menyediakan kambing aqiqah. Harusnya ada added value yang lebih tajam. Misalnya : “kami cepat”, “kami enak”, atau “pemotongan hewannya kami buatkan videonya dan kami kirim ke klien”.
Continue reading

Sirah Nabawiyah 02

Kekuasaan dan Imarah di Kalangan Bangsa Arab

Selagi kita hendak membicarakan masalah kekuasaan di kalangan Bangsa Arab sebelum Islam, berarti kita harus membuat miniatur sejarah pemerintahan, imarah (keemiratan), agama dan kepercayaan di kalangan Bangsa Arab, agar lebih mudah bagi kita untuk memahami kondisi yang tengah bergejolak saat kemunculan Islam.

Para penguasa jazirah tatkala terbitnya matahari Islam, bisa dibagi menjadi dua kelompok:

Raja-raja yang mempunyai mahkota, tetapi pada hakikatnya mereka tidak memiliki independensi dan berdiri sendiri

Para pemimpin dan pemuka kabilah atau suku, yang memiliki kekuasaan dan hak-hak istimewa seperti kekuasaan para raja. Mayoritas di antara mereka memiliki independensi. Bahkan boleh jadi sebagian diantara mereka mempunyai subordinasi layaknya seorang raja yang mengenakan mahkota.

Raja-raja yang memiliki mahkota adalah raja-raja Yaman, raja-raja kawasan Syam, Ghassan dan Hirah. Sedangkan penguasa-penguasa lainnya di jazirah Arab tidak memiliki mahkota.
Continue reading

Sirah Nabawiyah( 05 )

NASAB DAN KELUARGA BESAR NABI

Nasab Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam

Nasab Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam terbagi ke dalam tiga klasifikasi: Pertama, yang disepakati oleh ahlus Siyar wal Ansaab (Para Sejarawan dan Ahli Nasab); yaitu urutan nasab beliau hingga kepada Adnan. Kedua, yang masih diperselisihkan antara yang mengambil sikap diam dan tidak berkomentar dengan yang mengatakan sesuatu tentangnya, yaitu urutan nasab beliau dari atas Adnan hingga Ibrahim ‘alaihissalam. Ketiga, yang tidak diragukan lagi bahwa didalamnya terdapat riwayat yang tidak shahih, yaitu urutan nasab beliau mulai dari atas Ibrahim hingga Nabi Adam ‘alaihissalam. Kami sudah singgung sebagiannya, dan berikut ini penjelasan detail tentang ketiga klasifikasi tersebut:

Continue reading

Sirah Nabawiyah ( 04 )

GAMBARAN MASYARAKAT ARAB JAHILIYAH

Setelah pada bagian yang lalu membahas kondisi politik dan agama di jazirah Arab, kita masih menyisakan pembahasan tentang kondisi sosial, politik dan moral. Berikut ulasan singkatnya:

Kondisi Sosial 

Terdapat beragam klasifikasi dalam tatanan masyarakat Arab dimana antar satu dengan lainnya, kondisinya berbeda-beda. Hubungan seorang laki-laki dengan keluarganya di lapisan kaum bangsawan mendapatkan kedudukan yang amat terpandang dan tinggi, kemerdekaan berkehendak dan pendapat yang mesti didengar mendapatkan porsi terbesar. Hubungan ini selalu dihormati dan dijaga sekalipun dengan pedang yang terhunus dan darah yang tertumpah. Seorang laki-laki yang ingin dipuji karena kemurahan hati dan keberaniannya di mata orang Arab, maka hendaklah waktunya yang banyak hanya dipergunakan untuk berbicara dengan wanita. Jika seorang wanita menghendaki, dia dapat mengumpulkan suku-suku untuk kepentingan perdamaian, namun juga dapat menyulut api peperangan diantara mereka. Meskipun demikian, tak dapat disangkal lagi bahwa seorang laki-laki adalah kepala keluarga dan yang menentukan sikap didalamnya. Hubungan antara laki-laki dan wanita yang berlangsung melalui akad nikah dan diawasi oleh para walinya (wanita). Seorang wanita tidak memiliki hak untuk menggurui mereka.

Continue reading

Sirah Nabawiyah ( 03 )

AGAMA BANGSA ARAB

Mayoritas Bangsa Arab masih mengikuti dakwah Nabi Ismail ‘alaihissalam dan menganut agama yang dibawanya. Beliau meneruskan dakwah ayahnya, Ibrahim ‘alaihissalam, yaitu menyembah Allah dan mentauhidkanNya. Untuk beberapa lama mereka akhirnya mulai lupa banyak hal tentang apa yang pernah diajarkan kepada mereka. Sekalipun begitu, tauhid dan beberapa syiar agama Ibrahim masih tersisa pada mereka, hingga munculnya Amru bin Luhai, pemimpin Bani Khuza’ah. Dia tumbuh sebagai orang yang dikenal suka berbuat kebajikan, bershadaqah dan respek terhadap urusan-urusan agama, sehingga semua orang mencintainya dan hampir-hampir mereka menganggapnya sebagai salah seorang ulama besar dan wali yang disegani. Kemudian dia mengadakan perjalanan ke Syam. Disana dia melihat penduduk Syam yang menyembah berhala dan menganggap hal itu sebagai sesuatu yang baik serta benar. Sebab menurutnya, Syam adalah tempat para rasul dan kitab. Maka dia pulang sambil membawa Hubal dan meletakkannya di dalam ka’bah. Setelah itu dia mengajak penduduk Mekkah untuk menjadikan sekutu bagi Allah. Orang-orang Hijaz pun banyak yang mengiktui penduduk Mekkah karena mereka dianggap sebagai pengawas Ka’bah dan penduduk tanah suci.
Continue reading

Tafsir Surat ‘Abasa (Bagian ke-12)

 

Semua lautan pada waktu itu ada di langit, dan semua unsur yang belum menyatu pada waktu itu merupakan gas di udara. Setelah air itu berada di udara luar, maka jatuhlah ia ke bumi, tetapi belum dapat mencapai bumi. Karena suhu di dekat bumi lebih tinggi daripada apa yang ada pada jarak beribu-­ribu mil. Sudah tentu kemudian datang waktu di mana angin menyampaikannya ke bumi untuk terbang kembali dalam bentuk uap. Ketika lautan berada di udara, maka luapan-luapan air yang terjadi bersama dengan meningkatnya pendinginan itu berada di atas perhitungan, dan masih terjadi keributan-keributan (keberantakan).”

Continue reading